June 9, 2016

Full Day Tour Kintamani

[Best_Wordpress_Gallery id=”3″ gal_title=”FD Kintamani”]

Tari Barong adalah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan Topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Tari Barong mengambarkan pertarungan yang sengit antara kebaikan melawan kejahatan. Barong vs Rangda ialah dua eksponen yang saling kontradiktif satu dengan yang lainnya. Barong dilambangkan dengan kebaikan, dan lawannya Rangda ialah manifestasi dari kejahatan. Tari Barong biasanya diperankan oleh dua penari yang memakai topeng mirip harimau sama halnya dengan kebudayaan Barongsai dalam kebudayaan China. Sedangkan Rangda berupa topeng yang berwajah menyeramkan dengan dua gigi taring runcing di mulutnya.

Desa Celuk  adalah sebuah desa dengan hasil produksi seni kerajinan perak yang tersohor, sehingga menjadi objek wisata identik sebagai penghasil perak terkenal di Bali. Tidak hanya itu, celuk juga memproduksi juga kerajianan emas, dan terkenal sampai ke mancanegara. dan kemudian menjadi tujuan wisatawan domestik maupun asing. Celuk dapat dikunjungi, buka setiap hari dari pagi sampai sore, para pelancong bisa datang dan berkunjung ke sini untuk melihat dari dekat para seniman mengerjakan kerajinan tradisional ini, berkreasi membuat perhiasan emas, perak dengan hasil produksi bermutu tinggi. Anda bisa dengan mudah menemukan ataupun bisa membeli langsung perhiasan-perhiasan di etalase yang dipajang langsung di workshop para seniman.

Desa Mas  tergolong sebagai desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. Jika ditempuh dari Denpasar jaraknya kira-kira sekitar 20 km. Hampir di sepanjang jalan menuju ke desa Mas dipenuhi oleh aneka macam art-shop yang berfungsi sebagai sentra perdagangan kerajinan patung. Di art-shop itu pula banyak ditemukan mereka yang bekerja sebagai pemahat, pengukir dan pematung. Ciri dari kerajinan yang menjadi daya tarik desa Mas ini yakni keteguhannya dalam mengusung nilai-nilai humanisme dan naturalisme sebagai pesan sentralnya.

Desa Ubud terkenal di antara para wisatawan mancanegara karena lokasi desa ini terletak di antara sawah dan hutan yang terletak di antara jurang – jurang gunung yang membuat pemandangan alam sangat indah. Selain itu Ubud dikenal dengan seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini banyak pula terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa.Sudah sejak tahun 1930-an, Ubud terkenal di antara wisatawan barat. Kala itu pelukis Jerman; Walter Spies dan pelukis Belanda; Rudolf Bonnet menetap di sana. Mereka dibantu oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, dari Puri Agung Ubud. Sekarang karya mereka bisa dilihat di Museum Puri Lukisan, Ubud.

Kintamani  adalah salah satu objek wisata di Bali, yang memiliki udara pegunungan berhawa sejuk dengan panorama Gunung  dan Danau Batur begitu indah. Kawasan paling favorit adalah desa Penelokan kecamatan Kintamani, desa ini terletak pada tepian kaldera Gunung Batur, spot ini adalah tempat tampil teramat indah untuk melihat pemandangan Gunung Batur beserta danaunya. Dari tempat ketinggian melihat sensasi gunung Batur, kadang-kadang terlihat begitu jelas mengeluarkan asap, karena tergolong masih aktif dan keindahanan danau bulan sabit yang berada pada kaki gunung. waktu yang tepat untuk berkunjung ke sini adalah pada siang hari, saat waktu makan siang, karena di sepanjang jalan tersedia restaurant yang menyajikan pemandangan lembah, gunung serta danau Batur yang indah.

Pura Tirta EmpulTampaksiring dan permandiannya terletak di wilayah desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar. Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Di sebelah Barat Pura tersebut terdapat Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno. Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat di dalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.